Nissan Siapkan Rogue 2027 dengan Teknologi e-Power, Siap Masuk Pasar Amerika Serikat

Selasa, 10 Maret 2026 | 13:51:36 WIB
Nissan Siapkan Rogue 2027 dengan Teknologi e-Power, Siap Masuk Pasar Amerika Serikat

JAKARTA - Perkembangan teknologi elektrifikasi terus menjadi fokus utama industri otomotif global. 

Sejumlah produsen mobil kini berlomba menghadirkan teknologi ramah lingkungan yang tetap mampu memberikan performa dan kenyamanan bagi penggunanya. Salah satu pendekatan yang banyak dikembangkan adalah teknologi hibrida yang menggabungkan efisiensi kendaraan listrik dengan fleksibilitas mesin konvensional.

Di tengah tren tersebut, Nissan menjadi salah satu produsen yang aktif mengembangkan teknologi elektrifikasi melalui sistem e-Power. Teknologi ini dikenal memiliki konsep berbeda dibandingkan sistem hibrida konvensional karena mesin bensin tidak langsung menggerakkan roda, melainkan berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik bagi motor penggerak.

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi e-Power telah digunakan pada berbagai model kendaraan Nissan di sejumlah negara. Sistem ini juga mendapat respons positif dari konsumen karena mampu memberikan pengalaman berkendara yang mirip kendaraan listrik tanpa memerlukan pengisian daya eksternal.

Kini, Nissan dilaporkan tengah menyiapkan langkah baru untuk memperluas penerapan teknologi tersebut di pasar global. Salah satunya melalui rencana menghadirkan sistem e-Power pada model Nissan Rogue generasi terbaru yang diproyeksikan meluncur pada 2027.

Nissan Rogue 2027 Siap Mengusung Teknologi e-Power

Produsen otomotif asal Jepang, Nissan dikabarkan akan segera meluncurkan Nissan Rogue yang sudah mendapatkan penyegaran baru dan hadirnya fitur unggulan berupa sistem hibrida e-Power yang bertujuan untuk menggabungkan kendaraan listrik dengan kenyamanan model bertenaga bensin.

CarsCoops pada Minggu (8/3) waktu setempat melaporkan bahwa Rogue Hybrid e-Power 2027 ini menjadi langkah awal bagi pasar Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, sistem ini belum pernah ditawarkan di Amerika Serikat meski sudah eksis di lebih dari 1,5 juta kendaraan Nissan.

Kehadiran teknologi tersebut menandai langkah penting bagi Nissan untuk memperkenalkan sistem e-Power kepada konsumen di pasar Amerika. Pasar otomotif di negara tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan kendaraan elektrifikasi, terutama pada segmen crossover dan SUV yang cukup populer.

Strategi Global Nissan dalam Pengembangan Elektrifikasi

Meskipun mereka tidak mengkonfirmasi apa pun, para pejabat Nissan telah mengatakan bahwa ini merupakan bentuk penglihatan Nissan terhadap pasar pasar internasional. Salah satu contohnya adalah Kicks Play e-Power, yang hadir di Meksiko pada tahun 2022.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa Nissan terus memperluas penerapan teknologi e-Power di berbagai negara sebagai bagian dari strategi elektrifikasi global perusahaan.

Melalui strategi ini, Nissan berupaya menghadirkan kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan tanpa mengorbankan kenyamanan serta performa berkendara yang selama ini menjadi salah satu daya tarik utama kendaraan bermesin konvensional.

Dengan semakin meningkatnya perhatian terhadap emisi kendaraan dan efisiensi bahan bakar, teknologi seperti e-Power dipandang dapat menjadi solusi transisi menuju kendaraan listrik sepenuhnya di masa depan.

Spesifikasi Sistem e-Power pada Model Crossover

Crossover ini dilengkapi baterai kecil 2,1 kWh serta mesin 1,2 liter yang berfungsi sebagai generator. Keduanya menyalurkan daya ke motor listrik yang menghasilkan daya 134 hp (100 kW / 136 PS) dan torsi 207 lb-ft (280 Nm).

Konsep tersebut menjadi ciri khas teknologi e-Power, di mana mesin bensin tidak secara langsung menggerakkan roda kendaraan. Sebaliknya, mesin berfungsi menghasilkan listrik yang kemudian digunakan untuk menggerakkan motor listrik.

Dengan pendekatan ini, kendaraan dapat memberikan sensasi berkendara seperti mobil listrik, namun tetap memiliki fleksibilitas penggunaan bahan bakar bensin.

Teknologi ini juga dinilai mampu memberikan respons akselerasi yang lebih halus serta efisiensi energi yang lebih baik dibandingkan kendaraan konvensional.

Pengembangan Sistem e-Power Generasi Ketiga

Jika ditelaah lebih dalam, sepertinya Nissan sedang mengerjakan Kicks dengan sistem e-Power generasi ketiga. Sistem ini dikembangkan dengan mempertimbangkan pasar Amerika, dan Qashqai versi Eropa yang dapat memberi gambaran yang cukup baik terkait kendaraan ini.

Mobil ini dilengkapi mesin tiga silinder 1,5 liter turbocharged, paket baterai 2,1 kWh, dan motor listrik yang menghasilkan tenaga hingga 202 hp (151 kW / 205 PS) dan torsi 243 lb-ft (330 Nm).

Pengembangan generasi terbaru ini diharapkan mampu memberikan peningkatan performa sekaligus efisiensi yang lebih baik dibandingkan sistem sebelumnya.

Selain itu, penggunaan mesin turbocharged juga memungkinkan kendaraan menghasilkan tenaga yang lebih besar tanpa harus meningkatkan konsumsi bahan bakar secara signifikan.

Peningkatan Performa dan Efisiensi Bahan Bakar

Ini akan menjadi peningkatan besar dibandingkan Kicks 2026 , yang memiliki mesin empat silinder 2,0 liter yang menghasilkan 141 hp (105 kW / 143 PS) dan 140 lb-ft (190 Nm).

Tentu saja, manfaat sebenarnya adalah peningkatan efisiensi bahan bakar. Meskipun angkanya masih tebak-tebakan, Kicks saat ini menghasilkan 28 mpg di dalam kota, 35 mpg di jalan raya, dan 31 mpg gabungan.

Dengan hadirnya teknologi e-Power generasi terbaru, Nissan diharapkan dapat menghadirkan kendaraan dengan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien sekaligus memberikan performa yang kompetitif di kelasnya.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya industri otomotif global dalam menghadapi tantangan transisi energi dan tuntutan pengurangan emisi karbon di masa depan.

Melalui pengembangan teknologi elektrifikasi seperti e-Power, Nissan berupaya menghadirkan solusi kendaraan yang lebih ramah lingkungan tanpa menghilangkan kenyamanan berkendara yang selama ini menjadi daya tarik utama bagi konsumen.

Terkini