Panduan Cek Mobil Sebelum Mudik Lebaran, Rem hingga Aki Wajib Dicek

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:55:49 WIB
Panduan Cek Mobil Sebelum Mudik Lebaran, Rem hingga Aki Wajib Dicek

JAKARTA - Menjelang musim mudik Lebaran, banyak masyarakat mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan perjalanan, termasuk memastikan kondisi kendaraan pribadi dalam keadaan optimal. 

Perjalanan jarak jauh dengan mobil membutuhkan kesiapan kendaraan agar perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan terhindar dari risiko gangguan teknis di tengah jalan.

Pemeriksaan kendaraan sebelum berangkat menjadi salah satu langkah penting yang tidak boleh diabaikan. Sejumlah komponen vital pada mobil perlu diperiksa secara menyeluruh, mulai dari sistem pengereman hingga kondisi mesin dan aki.

Pihak produsen otomotif juga mengingatkan pentingnya pengecekan kendaraan sebelum mudik, karena kelalaian terhadap kondisi mobil dapat meningkatkan risiko kecelakaan atau kerusakan saat perjalanan.

Pemeriksaan Rem Menjadi Prioritas Utama

4W Service Area PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Averiel Akmal Nugraha mengatakan komponen pengereman menjadi hal pertama yang harus diperiksa sebelum melakukan perjalanan jauh.

“Yang pertama pasti pengereman. Karena itu akan fatal kalau misalnya pengereman tidak baik. Ada potensi kecelakaan,” kata Averiel saat ditemui setelah konferensi pers Suzuki Bengkel Siaga 2026 di Jakarta, Rabu.

Sistem pengereman berfungsi sebagai pengendali utama kendaraan ketika pengemudi perlu memperlambat atau menghentikan mobil. Oleh karena itu, kondisi kampas rem, cakram, hingga minyak rem perlu dipastikan berada dalam kondisi baik.

Jika sistem pengereman mengalami gangguan, risiko kecelakaan akan meningkat, terutama saat kendaraan melaju di jalan tol atau jalur menurun yang sering dilalui pemudik.

Kondisi Mesin dan Cairan Pendingin Harus Prima

Selain rem, pemudik juga perlu memastikan kondisi mesin dalam keadaan prima. Penggantian oli dan pengecekan cairan pendingin atau coolant penting dilakukan untuk mencegah overheat saat kendaraan digunakan dalam perjalanan panjang.

“Jangan lupa engine dicek juga. Ganti oli, liquid coolernya juga, karena itu bisa bikin mobil overheat,” ujarnya.

Oli mesin memiliki peran penting dalam menjaga performa mesin agar tetap optimal. Oli yang sudah lama tidak diganti dapat menurunkan kemampuan pelumasan sehingga mesin bekerja lebih berat.

Sementara itu, cairan pendingin berfungsi menjaga suhu mesin tetap stabil. Jika coolant tidak dalam kondisi baik, mesin berpotensi mengalami panas berlebih yang dapat mengganggu performa kendaraan selama perjalanan mudik.

Periksa Ban dan Shock Breaker untuk Menjaga Stabilitas

Komponen kaki-kaki juga tak kalah penting. Shock breaker dan ban perlu diperiksa untuk menjaga stabilitas dan kenyamanan berkendara. Ban yang aus berisiko menyebabkan kendaraan mudah tergelincir, terutama saat melintasi jalan licin.

“Kalau ban nanti ngaruhnya ke slip. Kalau shock breaker nanti akan ngaruh ke kenyamanan kita saat berkendara,” kata dia.

Kondisi ban yang masih layak pakai akan memberikan traksi yang baik saat mobil melaju di berbagai kondisi jalan. Tekanan angin ban juga perlu disesuaikan dengan standar yang dianjurkan agar kendaraan tetap stabil.

Sementara itu, shock breaker berfungsi meredam getaran saat mobil melintasi jalan yang tidak rata. Jika komponen ini bermasalah, kenyamanan berkendara akan berkurang dan kendaraan menjadi kurang stabil.

Tips Menyimpan Mobil Saat Ditinggal Mudik

Averiel juga membagikan tips bagi pemilik kendaraan yang tidak digunakan selama periode mudik. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah melepas kabel aki untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau mobil ditinggal mudik, biasanya saya copot kabel aki. Itu bisa jadi tips juga,” ujarnya.

Langkah ini bertujuan untuk menghindari potensi gangguan pada sistem kelistrikan mobil ketika kendaraan tidak digunakan dalam waktu cukup lama.

Ia menambahkan, kondisi oli juga perlu diperhatikan sebelum kendaraan ditinggal dalam waktu lama. Oli yang kotor dan tidak diganti berpotensi menimbulkan pengendapan yang dapat menurunkan performa mesin.

“Kalau terjadi pengendapan, performa mesin bisa menurun dan salah satunya bisa jadi overheat juga,” katanya.

Dengan memastikan kondisi oli tetap baik sebelum mobil ditinggal, pemilik kendaraan dapat meminimalkan risiko masalah mesin saat mobil kembali digunakan.

Pengemudi Juga Harus Menjaga Kondisi Tubuh

Selain mempersiapkan kendaraan, kondisi fisik pengemudi juga menjadi faktor penting selama perjalanan mudik. Mengemudi dalam jarak jauh membutuhkan konsentrasi tinggi dan stamina yang baik.

Selama perjalanan mudik, pengemudi juga diingatkan untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit serta beristirahat setiap dua hingga tiga jam.

“Pastikan mudik dalam kondisi fit. Jangan lupa berhenti setiap dua sampai tiga jam sekali, karena mengemudi butuh fokus dan fisik yang prima,” ujar Averiel.

Beristirahat secara berkala dapat membantu mengurangi kelelahan yang berpotensi mengganggu konsentrasi saat berkendara.

Menjelang Lebaran, Suzuki mencatat peningkatan permintaan servis berkala, termasuk penggantian oli, servis rem, clutch kit, hingga shock breaker. Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, Suzuki menyiagakan 71 titik bengkel di jalur mudik nasional.

Langkah tersebut dilakukan guna membantu konsumen yang ingin memastikan kendaraannya dalam kondisi optimal sebelum melakukan perjalanan jauh selama periode mudik Lebaran.

Terkini