Strategi Bank Digital: Tahan Bunga Deposito Meski BI Rate Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:24:31 WIB
Bank digital. (Foto: NET)

JAKARTA - Bank digital mulai mengantisipasi dampak kenaikan suku bunga acuan BI Rate dengan mengambil langkah strategis: tidak menaikkan bunga deposito. 

Langkah ini bertujuan menjaga margin profitabilitas di tengah ketidakpastian ekonomi. 

Padahal, sebelumnya bank digital dikenal agresif menawarkan bunga tinggi untuk menjaring dana pihak ketiga (DPK).

Krom Bank menjadi salah satu contohnya. Saat ini, bunga deposito Krom Bank berada di rentang 6,5%–8%, menurun dibanding akhir tahun lalu yang mencapai 7%–8,25%. 

Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan, menegaskan pihaknya berkomitmen mempertahankan suku bunga saat ini sebagai bagian dari strategi pengelolaan dana yang prudent

“Krom Bank akan tetap melakukan benchmarking secara aktif terhadap kondisi pasar dan pergerakan industri untuk menjaga keseimbangan antara daya saing penawaran dan keberlanjutan bisnis,” ungkap Anton, Jumat (12/6/2026). 

Untuk menjaga margin, Krom Bank kini fokus menghimpun dana murah melalui ekosistem digital dan memperketat manajemen risiko kredit.

Langkah serupa diambil Allo Bank yang mempertahankan bunga deposito di angka 5,5% sejak akhir tahun lalu. 

Digital Strategy Head Allo Bank, Destya D. Pradityo, menyatakan pihaknya tidak melihat kebutuhan mendesak untuk menyesuaikan bunga deposito secara agresif. “Pendekatan yang kami ambil adalah tetap fleksibel dan berbasis kebutuhan bisnis, bukan sekadar merespons perubahan BI Rate secara otomatis,” jelas Destya.

Menurut Destya, penyesuaian bunga di masa depan hanya akan dilakukan secara bertahap dan selektif. 

Ia menilai kondisi likuiditas industri saat ini masih cukup memadai untuk mengimbangi penyaluran kredit. 

Untuk mengantisipasi tekanan pada Net Interest Margin (NIM), bank digital kini tidak hanya mengandalkan sisi pendanaan, tetapi juga mengoptimalkan aset produktif, meningkatkan kualitas kredit, serta mendorong pertumbuhan fee-based income dari transaksi digital.

Terkini