Menteri PPN: Kekuatan Maritim Strategis untuk Jaga Kedaulatan RI

Senin, 15 Juni 2026 | 22:55:02 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan maritim merupakan elemen krusial dalam menjaga kedaulatan serta mendukung agenda pembangunan nasional jangka panjang.

"Indonesia adalah negara besar, baik dari sisi wilayah maupun posisi strategisnya. Kita harus menempatkan diri sebagai big nation. Negara besar harus kuat. Kekuatan itu tidak hanya tercermin dari pembangunan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga kedaulatan dan keamanan wilayahnya," ujar Rachmat saat memberikan kuliah umum di Seskoal, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Rachmat menekankan bahwa kekuatan Angkatan Laut menjadi vital bagi masa depan Indonesia. 

Menurutnya, pertahanan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang. 

Dengan dua pertiga wilayah berupa lautan, Indonesia menyimpan potensi ekonomi besar, mulai dari energi baru terbarukan hingga sektor perikanan yang menjadi jalur utama perdagangan global.

Namun, potensi tersebut dibarengi dengan tantangan risiko bencana dan ancaman keamanan di kawasan ring of fire. Oleh sebab itu, pengamanan ruang maritim menjadi prasyarat mutlak bagi kemakmuran nasional.

Rachmat juga menggarisbawahi bahwa strategi pertahanan harus selaras dengan prinsip capability-based planning, efektivitas anggaran, dan penguatan industri pertahanan nasional guna menghadapi tantangan peperangan modern yang multidimensi.

"Masa depan Indonesia bukan hanya berada di daratan, tetapi juga di laut. Sejarah membuktikan ketika ruang maritim kita kuat, bangsa ini kuat. Sebaliknya, ketika kemampuan menjaga laut melemah, peluang ekonomi ikut hilang. Karena itu, pertahanan maritim harus menjadi bagian tidak terpisahkan dari strategi pembangunan nasional," tegasnya.

Terkini