Akuisisi Pabrik di Sragen, Aman Agrindo (GULA) Bidik Kenaikan Omzet

Rabu, 17 Juni 2026 | 23:47:01 WIB
GULA Targetkan Operasional Pabrik Gula Sragen Mulai Semester II/2026 [FOTO : NET].

JAKARTA - Emiten yang bergerak di bidang produksi serta perdagangan komoditas gula, PT Aman Agrindo Tbk. (GULA), memandang optimistis bahwasanya agenda rencana akuisisi terhadap pabrik gula yang berlokasi di Sragen, Jawa Tengah, dapat mulai menyodorkan sumbangsih positif bagi performa finansial perseroan pada paruh kedua atau semester II/2026.

Presiden Direktur Aman Agrindo Andreas Utomo mengutarakan jika pihak perseroan pada saat ini tengah merampungkan fase penghujung dari proses uji tuntas (due diligence) terhadap aset pabrik gula tersebut, sebelum melangkah menuju tahapan eksekusi penandatanganan berkas perjanjian bersyarat.

“Target penandatanganan perjanjian bersyarat (conditional agreement) kami agendakan pada minggu ketiga atau keempat bulan Juni 2026 ini,” ujar Andreas dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).

Bersandarkan pada penjelasannya, rangkaian proses due diligence tersebut diproyeksikan bakal rampung pada pekan ketiga bulan Juni 2026. 

Setelah tahapan itu beres, pihak perseroan bakal meneruskan rangkaian proses akuisisi sembari menanti rilisnya hasil review nilai wajar aset dari pihak Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Walaupun belum memaparkan secara terbuka mengenai nominal nilai transaksi tersebut, Andreas memberikan kepastian jika seluruh keperluan anggaran pendanaan untuk akuisisi ini bakal dipenuhi bersumber dari pos kas internal perusahaan tanpa melibatkan skema penambahan utang baru.

“Nilai akuisisi pabrik Sragen masih menunggu penilaian dari KJPP. Perkiraan kami, hasil penilaian nilai wajar akan selesai pada Agustus 2026,” katanya.

Pihak manajemen menetapkan pilihan pada pabrik tersebut lantaran dinilai mengantongi keunggulan lokasi yang strategis serta dekat dengan area sentra pasokan komoditas tebu. 

Di samping mampu menjamin ketersediaan pasokan bahan baku secara berkelanjutan, letak geografis tersebut diproyeksikan sanggup mendongkrak efisiensi roda operasional milik perseroan.

Andreas memaparkan, infrastruktur pabrik yang masuk dalam rencana akuisisi ini mengantongi kapasitas giling tebu menyentuh angka 1.000 ton per hari (ton cane per day/TCD), disertai dengan kemampuan produksi komoditas gula merah berkisar 100 ton setiap harinya. 

Pihak perseroan memasang target agar aktivitas pengambilalihan operasional dapat dieksekusi pada bulan Juni 2026, sehingga kontribusi pemasukan dari aset anyar tersebut dapat mulai terekam di dalam laporan finansial semester II/2026.

“Pengoperasian pabrik ini diproyeksi meningkatkan volume penjualan dan laba usaha perseroan,” ujarnya.

Merujuk pada penjelasan Andreas, keseluruhan dari hasil output produksi pabrik tersebut bakal dikonsentrasikan guna mencukupi kebutuhan dari kelompok pelanggan korporasi atau business-to-business (B2B), selaras dengan peta strategi GULA di dalam mempertegas posisinya selaku penyuplai gula merah untuk sektor industri.

Manuver ekspansi tersebut pun dipercaya sanggup memperkokoh fundamental jangka panjang milik perseroan. 

Selain mampu melejitkan level kapasitas produksi serta mengamankan pasokan bahan baku, agenda akuisisi ini mengantongi potensi untuk memperbesar akumulasi total aset perusahaan secara konsolidasi.

“Akuisisi ini akan meningkatkan nilai aset perusahaan pada neraca. Di samping itu, pengoperasian pabrik ini juga diproyeksikan meningkatkan volume penjualan dan profitabilitas perseroan,” kata Andreas.

Lewat perwujudan ekspansi tersebut, pihak GULA menaruh harapan besar dapat mempertegas daya saing mereka di kancah industri gula domestik, sekaligus menelurkan nilai tambah yang produktif bagi para pemegang saham melalui jalan eskalasi skala usaha serta rapor kinerja operasional.

Terkini