Hassan Wirajuda: Konflik Timteng Jadi Momentum ASEAN Perkuat Ketahanan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:03:31 WIB
Diplomat senior RI, Hassan Wirajuda.

JAKARTA - Diplomat senior RI, Hassan Wirajuda, menilai dinamika konflik di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Amerika Serikat, merupakan momentum penting bagi ASEAN untuk memperkuat ketahanan energi dan pangan kawasan. 

Menurutnya, konflik tersebut membawa dampak nyata bagi Asia Tenggara, terutama terkait gangguan suplai komoditas minyak, gas, dan pupuk.

"Kita punya potensi untuk mewujudkan ketahanan pangan dan energi, termasuk listrik, supaya kita bisa swadaya dan berdaya tahan," ujar Hassan di sela-sela Forum Jakarta 2026, Senin (22/6/2026).

Mantan Menteri Luar Negeri RI ini menjelaskan bahwa gangguan pasokan minyak yang memengaruhi produksi listrik di berbagai negara ASEAN menjadi sinyal penting untuk mempercepat implementasi sistem jaringan listrik (power grid) terintegrasi. 

Dengan sistem ini, negara dengan surplus energi dapat menyalurkan pasokan ke negara tetangga yang membutuhkan, atau bahkan membangun mekanisme produksi listrik bersama.

Hassan menegaskan bahwa tatanan dunia yang kian tidak stabil menuntut negara-negara ASEAN untuk lebih mandiri dan saling mendukung. Konflik di berbagai wilayah yang kaya sumber daya, seperti Iran dan Venezuela, menjadi pengingat akan krusialnya kemandirian energi.

"Obat penawarnya yaitu kerja sama regional harus kita majukan, baik antara kita maupun dengan mitra-mitra dialog kita. Saya ingin mendorong ASEAN untuk memperkuat kerja sama kawasan," tegasnya. 

Ia optimistis bahwa dengan mempererat integrasi regional, ASEAN dapat lebih tangguh dalam menghadapi ketidakpastian kondisi global di masa depan.

Terkini