Harganas, Mendukbangga Minta Meja Makan Jangan Sunyi karena Gadget

Senin, 29 Juni 2026 | 18:22:01 WIB
Mendukbangga: Jaga Kehangatan Meja Makan dari Disrupsi Teknologi [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengimbau segenap keluarga di tanah air untuk tetap meramaikan suasana meja makan dengan saling bercengkerama dan tidak membiarkannya sepi terenggut oleh teknologi.

Dalam momentum memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang bergulir hari ini, Mendukbangga mengingatkan para ayah supaya tidak membiarkan anggota keluarga merasa kesepian dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang minim keterlibatan sosok ayah atau fatherless country lantaran pengaruh gawai.

"Jangan biarkan anak-anak kami tumbuh dalam keadaan fatherless country, dimana ayah hadir secara fisik saja tanpa psikologis. Jangan biarkan meja makan sunyi karena semua sibuk menatap layar. Peluk anak-anakmu dan ajak mereka berdialog, batasi penggunaannya pada hal-hal yang produktif," kata Mendukbangga Wihaji di Yogyakarta, Senin (29/06/2026).

Ia turut mengajak setiap keluarga untuk berkaca dan mengevaluasi diri supaya bersama-sama bertransformasi menjadi wadah yang teduh bagi anak serta sesama anggota untuk saling berbagi kisah.

"Sudahkah keluarga kami menjadi tempat bernaung yang aman? Panggung peradaban modern kini bergerak semakin cepat, oleh karena itu perlu teliti karena kini kami dipenuhi ketidakpastian dan kerumitan, serta kebingungan arah. Disrupsi teknologi digital datang di luar keluarga tanpa permisi," ujar Mendukbangga Wihaji.

Demi melahirkan potret keluarga yang bermutu, Mendukbangga menandaskan krusialnya pembenahan mutu sumber daya manusia semenjak di dalam kandungan melalui tiga fondasi utama.

"Tiga pilar, yang pertama, kesehatan untuk menuntaskan stunting. Anak yang terhambat otaknya akan sulit berkembang. Oleh karena itu perlu penguatan gizi di 1.000 hari pertama kehidupan," paparnya.

Pembenahan kedua, sambungnya, yaitu mengenai pendidikan karakter yang mana keluarga wajib mengondisikan rumah selaku ruang berlindung yang aman di tengah gempuran perkembangan teknologi.

"Ketiga, ketahanan mental, karena keluarga merupakan hulu dari setiap kebijakan nasional sebagai pelabuhan nasional yang stabil," ucap Mendukbangga Wihaji.

Catatan sejarah Harganas dirayakan selaku refleksi kembalinya para pejuang kemerdekaan menuju dekapan keluarga mereka pada 29 Juni 1949 sekaligus tonggak awal dijalankannya Gerakan Keluarga Berencana (KB) Nasional pada 29 Juni 1970.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) masa jabatan 1983–1998 Haryono Suyono mempelopori Hari Keluarga Nasional yang mula-mula diselenggarakan di Lampung pada tahun 1993. Perayaan itu sekalian menjadi bentuk apresiasi bagi rakyat Indonesia yang telah berjuang.

Terkini