Rekomendasi Saham dan Arah Pergerakan IHSG Hari Ini, 9 Juli 2026

Kamis, 09 Juli 2026 | 23:44:31 WIB
IHSG Berpotensi Rebound Hari Ini, Intip Rekomendasi Saham Pilihan [FOTO: NET].

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengantongi peluang untuk bangkit (rebound) guna menguji rentang area 6.083-6.203 pada sesi perdagangan hari ini, Kamis (9/7/2026). Sejumlah emiten seperti AKRA, ESSA, MEDC, dan DEWA terpantau masuk ke dalam radar saham pilihan para analis.

Tim Analis MNC Sekuritas memberikan catatan bahwa pada perdagangan Rabu (8/7/2026) kemarin, IHSG disudahi dengan pelemahan sebesar 1,89 persen ke posisi 5.873. 

Penurunan tersebut dibarengi dengan munculnya tekanan jual yang membuat pergerakan indeks saham kembali terlempar di bawah area moving average (MA) 20.

MNC Sekuritas memberikan estimasi bahwa posisi indeks saat ini tengah berada di bagian dari wave b dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam.

"Hal tersebut berarti IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji area 6.083-6.203. Namun, cermati potensi koreksi ke kisaran 5.752-5.840," tulis Tim Analis MNC Sekuritas dalam riset harian, Kamis (9/7/2026).

Untuk jalannya perdagangan hari ini, area support IHSG diestimasikan berada pada posisi 5.486 dan 5.317. 

Di sisi lain, area resistance diperkirakan bertengger di level 6.007 dan 6.286. Sementara itu, untuk saham-saham yang direkomendasikan oleh pihak MNC Sekuritas mencakup AKRA, ESSA, MEDC, serta DEWA.

AKRA – Trading Buy Saham AKRA melaju kencang sebesar 1,93 persen menuju posisi 1.320 dengan ditopang oleh kenaikan volume pembelian. MNC Sekuritas mengestimasikan posisi saham AKRA sekarang ini berada di bagian dari wave [c] dari wave B.

Trading Buy: 1.305-1.315

Target Price: 1.355, 1.375

Stoploss: di bawah 1.280

ESSA – Trading Buy Saham ESSA terpantau berbalik turun sebesar 0,92 persen ke level 540 akibat tertekan aksi jual. Tren pergerakan saham ini terpantau masih tertahan di fase mendatar (sideways). MNC Sekuritas mengestimasikan saham ESSA tengah berada pada bagian dari wave 3 dari wave (C).

Trading Buy: 525-535

Target Price: 570, 590

Stoploss: di bawah 505

MEDC – Buy on Weakness Saham MEDC berhasil melesat 4 persen ke angka 1.170 dengan disokong oleh volume aksi beli yang konsisten merangkak naik. MNC Sekuritas mengestimasikan posisi MEDC sekarang ini berada pada bagian dari wave A dari wave (B).

Buy on Weakness: 1.120-1.155

Target Price: 1.210, 1.285

Stoploss: di bawah 1.090

DEWA – Sell on Strength Saham DEWA terpangkas sebanyak 3,87 persen ke posisi 298 dan pergerakannya masih tersandera oleh dominasi aksi jual. MNC Sekuritas mengestimasikan emiten ini berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C), sehingga masih memendam risiko untuk melanjutkan tren pelemahan ke rentang 198-224.

Sell on Strength: 302-310

Pada sesi sebelumnya, IHSG berakhir di zona merah seiring dengan mencuatnya rasa cemas dari kalangan investor setelah S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) memasukkan pasar ekuitas Indonesia ke dalam daftar pantauan 2027 Country Classification Watchlist.

Di dalam dokumen bertajuk S&P Dow Jones Indices Country Classification – 2026/2027 Watchlist yang dipublikasikan pada Rabu (8/7/2026), posisi Indonesia sejatinya masih memegang status sebagai Emerging Market

Walakin, pasar saham RI kini masuk radar pemantauan atas adanya kans perubahan klasifikasi menjadi Special Measures/Frontier Market pada evaluasi tahunan di tahun 2027 nanti.

Pihak S&P DJI menegaskan bahwa pihaknya bakal terus memantau dinamika transparansi kepemilikan saham di dalam negeri, termasuk penerapan panduan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang difungsikan untuk memacu keterbukaan informasi kepemilikan efek serta dampaknya terhadap tingkat likuiditas pasar.

"Apabila situasi memburuk, S&P DJI dapat mempertimbangkan penerapan perlakuan khusus (special treatment) terhadap saham-saham Indonesia," demikian dikutip dari dokumen S&P Dow Jones Indices Country Classification – 2026/2027 Watchlist.

Lembaga pembuat indeks global itu memaparkan bahwa apabila problem seputar transparansi kepemilikan saham tidak kunjung mendapatkan jalan keluar dalam tempo setahun semenjak skema special measures diberlakukan, maka status pasar modal Indonesia bakal ditinjau ulang pada evaluasi tahunan berikutnya. Kondisi tersebut membuka peluang turunnya kelas pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

16:00 WIB - IHSG Ditutup Menguat ke Level 5.912 

IHSG mengakhiri perdagangan dengan kenaikan sebesar 0,67 persen atau bertambah 39,06 poin ke level 5.912,44. Di sepanjang jam perdagangan, indeks bergerak aktif di kisaran 5.839 sampai 5.912. Tercatat ada 327 saham yang menghijau, 275 saham terkoreksi, dan 190 saham bergerak stagnan.

13:53 WIB - IHSG Konsisten di Zona Hijau pada Awal Sesi II

 IHSG pada pembukaan sesi kedua pukul 13.53 WIB terpantau sanggup bertahan di zona apresiasi dengan mencatatkan penguatan sebesar 0,19 persen atau terkerek 11,17 poin ke posisi 5.884,54. Sepanjang jam perdagangan bergulir, indeks bergerak di rentang antara 5.839 hingga 5.904.

13:25 WIB - IHSG Sesi I Menanjak 0,21 Persen 

IHSG pada penutupan sesi pertama ditutup menguat sebanyak 0,21 persen atau bertambah 12,34 poin ke level 5.885,67. Di sepanjang sesi perdagangan berlangsung, indeks bergulir pada kisaran area 5.839 sampai 5.904. Terdapat 319 saham menguat, 268 melemah, dan 199 saham tidak bergerak.

09:01 WIB - IHSG Dibuka Terkoreksi 

IHSG mengawali perdagangan dengan pelemahan sebesar 0,31 persen atau terpangkas 18,33 poin menuju posisi 5.855,03 pada pukul 09.01 WIB. Pada menit-menit awal sesi, indeks bergerak di rentang area 5.851 sampai 5.870. Sebanyak 173 saham bergerak naik, 202 saham merosot, dan 241 saham bertahan stagnan.

Terkini