HORIZONNEWS.ID — Apple memperkenalkan fitur Notify Me di browser Safari pada iOS 27, sebuah alat berbasis kecerdasan buatan yang memantau perubahan halaman web secara otomatis. Fitur ini menjanjikan kemudahan bagi pengguna yang sering menunggu restock barang atau diskon, tetapi keterbatasan interval pengecekannya membuatnya kurang berguna untuk situasi yang butuh respons cepat.
Notify Me bekerja dengan cara meminta AI Apple memantau sebuah halaman web dan memberi tahu pengguna ketika ada perubahan. Perubahan yang dipantau bisa bersifat umum, atau spesifik sesuai perintah tertulis yang diberikan pengguna.
Fitur ini dapat diakses dari menu bar Safari yang terletak di sisi kiri bilah URL — biasanya berada di bagian bawah layar pada iPhone dan iPad. Apple menempatkannya cukup mudah ditemukan, berbeda dari sejumlah fitur lain di iOS 27 yang sering tersembunyi.
Interval Pengecekan Jadi Kendala Utama
Satu hal krusial yang perlu dipahami: AI tidak memantau halaman tersebut secara terus-menerus. Pengguna harus menentukan sendiri kapan AI kembali mengecek perubahan.
Pilihannya terbatas pada interval per jam, harian, mingguan, atau bulanan. Pengguna juga bisa mengatur waktu, hari, atau tanggal spesifik kapan pengecekan dilakukan.
Keterbatasan interval inilah yang menjadi masalah. Pengecekan per jam tidak cukup untuk situasi yang membutuhkan pemantauan mendekati waktu nyata.
Saat Antrean Virtual Berjalan Lebih Cepat dari AI
Bayangkan pengguna sedang mengantre secara virtual untuk membeli tiket konser atau memesan kamar hotel. Umumnya, ketika sudah mencapai depan antrean, ada masa tenggang untuk menyelesaikan transaksi.
Masa tenggang itu bervariasi, bisa 10 menit, 20 menit, hingga satu jam. Alat yang memperbarui halaman paling cepat sekali per jam jelas tidak cocok untuk situasi semacam ini.
Saat AI baru mengecek halaman, kesempatan itu sudah hilang. Pengguna harus memulai proses dari awal.
Untuk Pemantauan Jangka Panjang, Notify Me Tetap Berguna
Meski terbatas untuk kebutuhan mendesak, Notify Me tetap punya nilai untuk pemantauan jangka panjang. Fitur ini ideal untuk memantau ketersediaan stok barang atau memeriksa diskon produk tertentu.
Halaman-halaman yang biasanya hanya dilihat sesekali — dicek sebentar lalu ditinggalkan — cocok dipantau dengan alat ini. Pengguna tidak perlu mengingat jadwal pengecekan sendiri.
AI yang sudah diperintahkan akan mengurusnya. Pengguna tidak perlu menyisihkan waktu khusus untuk membuka halaman tersebut.
Apple Perlu Perluas Jangkauan Notify Me
Idealnya, Apple memperluas Notify Me dengan interval yang jauh lebih pendek. Lima hingga sepuluh menit akan sangat meningkatkan kegunaannya.
Interval 15 atau 30 menit pun sudah membuat alat ini lebih serbaguna. Semakin mendekati pemantauan waktu nyata, semakin besar manfaatnya bagi pengguna.
Namun ada pertimbangan teknis. AI membutuhkan sumber daya besar untuk berjalan, dan semakin sering digunakan, semakin besar tekanan pada perangkat keras.
Belum diketahui di mana pemrosesan ini dilakukan dan bagaimana dampaknya pada ponsel. Tidak ada yang bisa memastikan seberapa berat beban pengecekan halaman beberapa kali per jam terhadap perangkat.
Apple memang baru merilis ponsel tercepat yang pernah mereka uji. Tetapi pertanyaan soal efisiensi sumber daya tetap terbuka.
Harapan untuk Versi iOS Berikutnya
Notify Me baru langkah awal. Harapannya, Apple memperluas fitur ini di versi iOS dan Apple Intelligence berikutnya.
Semakin sedikit waktu yang dihabiskan pengguna untuk duduk menunggu dalam antrean virtual demi tiket konser atau acara besar, semakin baik.
Fitur ini punya potensi besar. Pertanyaannya apakah Apple benar-benar bisa mewujudkannya tanpa membebani perangkat pengguna secara berlebihan.