RAJA

RAJA Bukukan Laba Bersih Naik 20 Persen, Perkuat Ekspansi Energi Nasional

RAJA Bukukan Laba Bersih Naik 20 Persen, Perkuat Ekspansi Energi Nasional
RAJA Bukukan Laba Bersih Naik 20 Persen, Perkuat Ekspansi Energi Nasional

JAKARTA - Kinerja keuangan yang solid menjadi sinyal positif bagi perusahaan energi dalam menghadapi dinamika industri yang terus berubah. 

Hal ini tercermin dari capaian PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) sepanjang 2025 yang berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih signifikan. Peningkatan ini tidak hanya menunjukkan stabilitas bisnis, tetapi juga memperkuat langkah strategis perseroan dalam memperluas ekspansi serta melakukan diversifikasi di sektor energi.

Sepanjang tahun lalu, RAJA mampu menjaga tren pertumbuhan dengan mengandalkan kombinasi strategi operasional dan aksi korporasi. Hasil ini sekaligus menjadi landasan kuat bagi perusahaan untuk melangkah lebih agresif di tahun berikutnya, khususnya dalam memperbesar portofolio bisnis dan meningkatkan kontribusi di sektor energi nasional.

Kinerja Keuangan Tumbuh Stabil Sepanjang 2025

PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) membukukan kinerja keuangan positif sepanjang 2025 dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 20%. Capaian ini memperkuat langkah perseroan dalam memperluas ekspansi dan diversifikasi bisnis energi.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, pendapatan RAJA meningkat 5% dari US$254 juta menjadi US$266 juta. Sementara itu, laba bersih naik dari US$29 juta menjadi US$35 juta, didorong oleh kinerja operasional yang solid serta kontribusi aksi korporasi strategis.

Direktur Utama RAJA, Djauhar Maulidi menyampaikan pertumbuhan ini mencerminkan efektivitas strategi perseroan dalam menyeimbangkan penguatan bisnis inti dan ekspansi anorganik.

“Pertumbuhan ini menunjukkan strategi kami berjalan optimal, baik dari sisi penguatan bisnis inti maupun ekspansi melalui akuisisi yang memberikan nilai tambah bagi Perseroan,” kata Djauhar.

Kontribusi Operasional dan Aksi Korporasi Jadi Penopang

Dari sisi operasional, kontribusi utama berasal dari segmen midstream dan downstream. Mulai beroperasinya proyek kompresor gas di Sengkang serta peningkatan penjualan gas menjadi pendorong utama kinerja.

Selain itu, kontribusi non-operasional dari akuisisi Hafar yang diselesaikan pada Agustus 2025 turut memperkuat laba perseroan.

Djauhar mengatakan langkah ini mempertegas strategi diversifikasi sebagai motor pertumbuhan berkelanjutan.

Strategi Ekspansi Didukung Belanja Modal Besar

Untuk mendukung ekspansi, RAJA menyiapkan belanja modal (capex) sebesar US$200 juta. Dana tersebut akan dialokasikan untuk sejumlah proyek strategis, termasuk pembangunan pipa BBM Balikpapan–Samarinda dan pengembangan mini LNG di Jawa Barat.

Perseroan juga tengah mengkaji pengembangan fasilitas LNG di Kalimantan Utara sebagai bagian dari penguatan portofolio gas. Investasi ini diharapkan meningkatkan kapasitas operasional sekaligus memperluas sumber pendapatan.

Langkah Anorganik Perkuat Portofolio Migas

Di sisi anorganik, melalui entitas anak PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), RAJA tengah menyelesaikan akuisisi SMS Development Limited yang memiliki participating interest di Blok Madura Strait.

Selain itu, perseroan juga menjalankan proses due diligence dan negosiasi untuk akuisisi aset migas di kawasan Indonesia Timur. Langkah ini bertujuan meningkatkan eksposur pada aset hulu produktif.

Djauhar menegaskan seluruh strategi ekspansi dilakukan secara selektif dan terukur dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Target Jangka Menengah dan Optimisme Pertumbuhan

Perseroan menargetkan sejumlah proyek dan transaksi tersebut mencapai milestone utama pada kuartal II/2026. Dengan demikian, kontribusi terhadap kinerja diharapkan mulai terlihat dalam jangka menengah.

Dengan kombinasi pertumbuhan organik dan anorganik, RAJA optimistis dapat memperkuat posisinya di sektor energi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.

Ke depan, strategi ekspansi yang terarah serta diversifikasi bisnis diyakini akan menjadi kunci utama dalam menjaga momentum pertumbuhan perusahaan di tengah tantangan industri energi yang semakin kompetitif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index