Menteri Imipas Tinjau Bedah Rumah di Lapas Warungkiara

Menteri Imipas Tinjau Bedah Rumah di Lapas Warungkiara
Menteri Imipas Agus Andrianto [SUMBER : NET]

JAKARTA - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto memantau kegiatan bakti sosial renovasi rumah warga serta rumah ibadah yang berada di sekitar kawasan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Warungkiara, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (10/06/2026).

Ada sebanyak lima unit hunian masyarakat yang tidak layak huni beserta dua bangunan masjid yang memperoleh program perbaikan, di mana dananya bersumber dari hasil panen raya para warga binaan pemasyarakatan.

Proses pembangunan hunian tersebut diselesaikan dalam tempo dua pekan, dengan mutu struktur bangunan yang kuat memanfaatkan material buatan Jawara Beton hasil karya warga binaan di Lapas Kelas I Tangerang.

Tak hanya merombak total kondisi fisik tempat tinggal warga, rumah-rumah tersebut juga diberikan fasilitas pengisi ruangan seperti kursi untuk tamu, lemari pakaian, serta ranjang tidur.

Agenda sosial perbaikan rumah dan tempat ibadah ini termasuk ke dalam program aksi nyata Kementerian Imipas untuk menyokong program kerja pemerintah pusat yang berkaitan dengan ketahanan pangan serta target bedah rumah nasional sebanyak 3 juta hunian.

"Jadi, tugas kami adalah bagaimana kami bisa menjadi bagian yang bisa sedikit memberikan kontribusi untuk pencapaiannya program-program (presiden), termasuk dari mulai ketahanan pangan, rumah murah," kata Agus.

Dipaparkan oleh Agus, gerakan aksi pemasyarakatan tersebut sekaligus bertujuan memperkenalkan berbagai produk hasil karya warga binaan yang memiliki kualitas bersaing.

Masyarakat umum pun dapat membeli serta memanfaatkan komoditas buatan para warga binaan ini, salah satunya beton untuk material bangunan yang diproduksi oleh Jawara Beton Lapas Tangerang.

"Jadi, produk ini kami coba untuk kami kenalkan kepada masyarakat karena memang kalau punya tanah sendiri kemudian dibangun itu terlalu lama," katanya.

Karta Atmaja (120), salah seorang warga yang menerima manfaat program dari Kemenimipas ini, menyampaikan rasa terima kasihnya lantaran telah dibantu merenovasi rumah pribadinya serta hunian yang ditinggali oleh keponakan beserta cucunya.

Sebagai sesepuh atau warga tertua di kawasan tersebut, Karta merasa sangat bersyukur lantaran memperoleh perhatian nyata dari pihak pemerintah sehingga dapat menikmati masa tuanya di hunian yang jauh lebih layak.

"Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah, khususnya kementerian, sudah memperhatikan rakyatnya," kata Karta.

Uci (50), yang merupakan cucu dari Karta, menuturkan dirinya sempat merasa terkejut tatkala didatangi dan ditawari program bedah rumah oleh jajaran Lapas Warungkiara yang mewakili Kemenimipas.

Ia mengisahkan bahwa seluruh prosesnya berjalan sangat mendadak, di mana saat penawaran berlangsung ia langsung ditanyai perihal status kepemilikan tanah dan sertifikat hak milik.

"Kaget aja ditanya mau bedah rumah, terus ditanyai status tanah, surat-suratnya, semua saya punya. Serba cepat, ini pengerjaan rumahnya juga dua minggu jadi," kata Uci.

Sebelum mendapatkan bantuan, tempat tinggal Uci yang dihuni bersama istri serta dua buah hatinya hanya berupa bangunan dengan dinding setengah bilik bambu, ditambah fasilitas kamar mandi yang masih komunal di area luar.

Saat ini, sesudah selesai diperbaiki, tempat tinggalnya berubah menjadi jauh lebih nyaman yang dilengkapi ruang tamu, area kamar tidur, dapur, serta fasilitas kamar mandi di dalam.

"Alhamdulillah sekarang sudah tak dinding bilik lagi. Kamar mandi juga udah enggak di luar lagi," ujarnya.

Proses pendirian hunian warga ini turut mengaplikasikan batako pres bermerek Jawara Beton yang dicetak oleh para narapidana di Lapas Kelas I Tangerang. 

Selain itu, proses pengerjaan pembangunan fisiknya juga turut berbantuan tenaga dari warga binaan Lapas Kelas II A Warungkiara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index