JAKARTA - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjabarkan berbagai rencana program strategis yang bakal dilaksanakan pada tahun 2027 demi memperkokoh ekosistem penanaman modal nasional, mendorong distribusi pembangunan yang merata, serta mempercepat target agenda hilirisasi.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin, menyampaikan bahwa pihaknya bertekad melanjutkan berbagai program strategis yang sudah berjalan pada tahun 2026 sembari memacu sederet agenda prioritas pada tahun berikutnya.
Salah satu fokus program strategis di tahun 2027 ialah pengembangan sistem Online Single Submission (OSS) yang berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), big data, dan blockchain. Inisiatif ini ditujukan untuk mendongkrak tingkat akurasi, transparansi, serta keandalan sistem perizinan.
Di samping itu, pihak BKPM pun akan memperluas integrasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di tingkat kabupaten dan kota ke dalam ekosistem sistem OSS demi mempercepat alur perizinan investasi.
Rosan memaparkan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan penambahan RDTR di 400 kabupaten/kota pada tahun 2027.
Hingga tanggal 8 Juni 2026, tercatat sebanyak 570 RDTR telah terintegrasi dengan sistem OSS yang mencakup 38 provinsi serta 300 kabupaten/kota.
Selanjutnya, program lain yang dijalankan adalah Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) serta menguatkan perencanaan kebijakan penanaman modal demi meningkatkan daya tarik investasi di berbagai pelosok daerah.
Dalam rangka memperluas lingkup promosi serta fasilitasi investasi, BKPM juga berencana untuk menguatkan peran Indonesian Investment Promotion Center (IIPC) serta Costumer Relationship Management (CRM) di negara China dengan membuka kantor perwakilan baru di Guangzhou.
“Dan juga penguatan lembaga IIPC di Tiongkok dengan menambah perwakilan kami di Guangzhou, selain di Beijing karena kami juga sudah berada di Beijing sebagai pusat manufaktur dan perdagangan global di Tiongkok Selatan, mengingat investasi dari Tiongkok ini mengalami peningkatan yang cukup baik dan cukup signifikan,” kata Rosan.
BKPM pun menempatkan agenda penguatan tata kelola investasi nasional sebagai salah satu fokus utama pada tahun 2027.
Upaya tersebut ditempuh melalui penguatan ekosistem hilirisasi nasional yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah sumber daya alam serta percepatan realisasi investasi di sektor hilirisasi.
Adapun langkah konkret yang disiapkan meliputi percepatan penerbitan Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) mengenai hilirisasi investasi strategis, pengawalan terhadap 18 proyek hilirisasi prioritas, serta percepatan realisasi investasi pada 28 komoditas strategis nasional.