Badan Geologi Petakan 4 Wilayah Sulteng Berpotensi Likuefaksi

Badan Geologi Petakan 4 Wilayah Sulteng Berpotensi Likuefaksi
Badan Geologi Ingatkan Potensi Likuefaksi di Empat Wilayah Sulteng [FOTO : NET].

JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memetakan beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang memiliki kerentanan tinggi terhadap fenomena likuefaksi pascagempa bermagnitudo 6,7 yang terjadi baru-baru ini.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, mengungkapkan adanya pemutakhiran peta pemantauan teknis yang menunjukkan empat wilayah memerlukan perhatian intensif.

"Wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain Kabupaten Sigi, Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, dan juga sebagian Kabupaten Poso. Likuefaksi ini berpotensi terjadi pada lapisan tanah berpasir jenuh air yang mengalami guncangan kuat," kata dia.

Lana menegaskan bahwa status potensi tersebut bukan berarti bencana likuefaksi pasti terjadi di seluruh titik, melainkan menjadi indikator ilmiah untuk meningkatkan kewaspadaan dan penguatan mitigasi. 

Secara teoritis, guncangan gempa dapat meningkatkan tekanan air pori pada tanah pasir jenuh, sehingga menghilangkan daya dukung tanah secara mendadak.

Oleh karena itu, Badan Geologi menekankan perlunya kajian mikrozonasi yang lebih rinci untuk menentukan tingkat risiko di lokasi-lokasi terkait. 

Data dan peta sebaran potensi likuefaksi ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan tata ruang serta zonasi wilayah yang aman.

Lana juga memaparkan hasil pemetaan kawasan rawan gempa, termasuk sejumlah kecamatan di Sigi dan Palu (seperti Dolo, Gumbasa, Marawola, Tanambulava, hingga Palu Barat dan Utara). 

Pemetaan ini didasarkan pada parameter seperti sesar aktif, karakteristik batuan, sejarah kegempaan, serta potensi guncangan.

"Namun perlu dipahami bahwa peta kerawanan ini bukan merupakan prediksi kapan gempa akan terjadi, melainkan gambaran tingkat potensi bahaya apabila gempa terjadi di wilayah tersebut," kata Lana.

Pihaknya mengimbau otoritas daerah dan masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta mengutamakan aspek ketahanan geologi dalam rencana pembangunan infrastruktur pascabencana.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index