Benarkah Hasil LASIK Permanen? Ini Penjelasan Medis dari Dokter

Benarkah Hasil LASIK Permanen? Ini Penjelasan Medis dari Dokter
Apakah Mata Tetap Normal Setelah LASIK? Simak Penjelasan Ahli [FOTO: NET].

JAKARTA - Banyak orang dengan gangguan penglihatan mata minus memilih prosedur laser vision correction seperti LASIK atau SMILE Pro untuk melepaskan diri dari ketergantungan kacamata maupun lensa kontak. 

Prosedur ini memang efektif memperbaiki kelainan refraksi agar penglihatan menjadi jauh lebih jelas. Namun, muncul pertanyaan apakah kondisi mata tersebut bisa tetap normal selamanya setelah menjalani tindakan laser.

Dokter Konsultan Spesialis Mata Mayapada Eye Centre (MEC), dr. Ucok P. Pasaribu, Sp.M (K), menjelaskan bahwa laser vision correction bertujuan mengembalikan kondisi mata ke tingkat ideal. Meski demikian, tindakan ini tidak bisa menghentikan proses penuaan alami pada mata seiring bertambahnya usia.

Menurut dr. Ucok, baik metode SMILE Pro maupun LASIK dirancang untuk memperbaiki kelainan seperti mata minus, silinder, atau kondisi lain yang menghambat penglihatan optimal. 

“Laser vision correction baik melalui SMILE Pro ataupun lasik itu hanya me-restart ke kondisi ideal mata. Kondisi yang bisa kami capai dari tindakan tersebut adalah netral,” tutur dr. Ucok dalam Media Gathering bersama Mayapada Eye Centre (MEC), di Jakarta Pusat, Sabtu (20/6/2026).

Tindakan ini tidak membuat mata kebal terhadap perubahan di masa mendatang, karena perkembangan kondisi mata tetap dipengaruhi oleh faktor usia, kebiasaan, serta gaya hidup. “Setelah itu, kondisi mata yang dikoreksi bisa saja terjadi penuaan atau penambahan minus tergantung kebiasaan dan gaya hidup,” ujarnya.

Walaupun sudah dikoreksi, proses biologis mata akan terus berjalan seperti organ tubuh lainnya. Pasien yang telah menjalani prosedur ini tetap berpotensi mengalami gangguan terkait usia, seperti presbiopia atau mata tua saat memasuki usia 40 tahun. 

“Di usia 40 tahun, pasien bisa ketemu mata plus lagi. Mereka tambah umur, maka bisa ketemu katarak juga. Maka, itu proses natural saja meski sudah dinetralkan,” ungkap dia.

Perubahan penglihatan akibat penuaan ini terjadi secara perlahan dan sering tidak disadari oleh pasien. “Kemampuan melihat dekat kami pelan-pelan berkurang, dan itu bisa dirasa. Kecuali kalau di awal-awal 40-an terus diabaikan dan merasa masih mampu,” ucap dr. Ucok. 

Saat kemampuan akomodasi mata menurun, keluhan baru akan muncul secara signifikan dalam aktivitas sehari-hari. 

“Alhasil sampailah di suatu titik, di usia tertentu, pasien akan merasakan perubahan yang signifikan. Di situlah baru banyak orang khawatir, padahal prosesnya sudah berlangsung lama,” kata dr. Ucok. Dengan demikian, laser vision correction bukanlah prosedur untuk menghentikan penuaan mata, melainkan cara untuk memperbaiki penglihatan saat ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index