JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa seorang pemimpin wajib setia pada kepentingan negara di atas kepentingan lainnya. Menurutnya, tindakan pemimpin yang membohongi rakyat merupakan sebuah dosa.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara peluncuran BBM baru B50 di Rest Area KM 57, Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
"Berdosalah pemerintah yang berbohong kepada rakyatnya, berdosalah pemimpin yang berbohong kepada rakyatnya, berkhianatlah pemimpin yang tidak setia kepada kepentingan negara di atas segala kepentingan," jelas Prabowo.
Prabowo sebelumnya menjelaskan bahwa ketersediaan pangan, energi, dan air merupakan elemen krusial agar sebuah bangsa dapat bertahan hidup, berdaulat, serta mencapai kesejahteraan.
Ia pun mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada pangan.
"Kami sudah swasembada pangan. Dari target empat tahun, kami telah berhasil dalam satu tahun," ujar Prabowo.
Meski demikian, Prabowo menyayangkan adanya pihak-pihak yang meremehkan pencapaian swasembada pangan tersebut. Bahkan, menurutnya, ada segelintir kalangan terpelajar yang menuduh pemerintah tidak jujur.
"(Mereka) mengejek dan menuduh bahwa kami pemerintah berbohong kepada rakyat, bahwa kami belum swasembada pangan," ucapnya.
Dalam momen itulah, Prabowo menekankan kembali komitmennya bahwa pemimpin tidak boleh menipu rakyat. Ia mengaku bangga karena Indonesia kini mampu melakukan swasembada energi melalui peluncuran bahan bakar baru, sekaligus memenuhi janjinya kepada masyarakat.
"Hari ini saya bangga hadir di sini. Hari ini hari yang saya tunggu-tunggu dari sejak saya belum dilantik jadi Presiden kepada tim inti saya, tim penasihat saya, selalu saya tekankan harus swasembada pangan, harus swasembada energi. Tidak boleh impor BBM, tidak boleh impor pangan," imbuhnya.