NIRVANANA: Project ZETA Ubah MOBA Jadi Arena Empat Tim Tanpa Lane

NIRVANANA: Project ZETA Ubah MOBA Jadi Arena Empat Tim Tanpa Lane

HORIZONNEWS.ID — NIRVANANA membuang sistem lane dan mempercepat pertandingan jadi 20 menit dalam Project ZETA, arena taktis empat tim yang digarap bersama Krafton. Perubahan paling radikalnya: empat tim berisi tiga pemain bertarung di peta yang dipangkas jadi sepertiga ukuran aslinya. Game ini menyasar PC dan PlayStation 5 dengan target early access akhir 2026.

NIRVANANA, studio yang diisi sejumlah veteran industri game, memakai panggung Gamescom 2026 untuk memamerkan Project ZETA. Krafton bertindak sebagai publisher, sementara pengembangan diserahkan ke studio tersebut. Game ini direncanakan hadir di PC dan PlayStation 5.

Alih-alih dua tim berisi lima pemain seperti MOBA pada umumnya, Project ZETA menurunkan empat tim berisi tiga pemain ke Aran Plateau. Satu pertandingan berlangsung sekitar 20 menit.

Empat Tim di Satu Peta, Tanpa Fase Lane

MOBA konvensional mengunci pemain di lane kaku dengan fase farming awal yang lambat. Project ZETA menghapus seluruh fase laning itu. Pemain langsung terjun ke pertempuran sejak detik pertama.

Peta terbuka dan hidup sejak awal. Pertandingan dipecah ke dalam fase-fase aktif tempat pemain berebut monster biasa dan shard untuk menaikkan level.

Objektif utamanya berburu boss Prism yang muncul di peta. Prism yang jatuh harus dibawa ke ballast di tengah peta untuk mencetak skor. Tim pertama yang mengunci lima Prism keluar sebagai pemenang.

Kehadiran empat skuad, bukan dua, mengubah total dinamika pertandingan. Para pengembang menyebut ada trik psikologis yang sengaja mereka pasang di sini.

Dengan kompetisi tersebar ke banyak tim, frustrasi pemain diarahkan ke skuad lawan yang memburu mereka. Emosi itu tidak lagi merembes jadi pertengkaran dengan rekan setim sendiri.

Kematian Bukan Akhir, Fighting Spirit Jadi Kunci

Tempo permainan terasa berbeda karena cara game ini memperlakukan kematian. Game taktis tradisional biasanya memaksa pemain bermain sangat pasif, sebab satu kesalahan bisa membuat mereka terlempar kembali ke lobi.

Project ZETA menanggalkan itu lewat sistem respawn tanpa batas dan kebangkitan rekan setim secara manual. Ada pula mekanik Fighting Spirit yang jadi pembeda.

Saat satu tim berhasil menghabisi seluruh anggota skuad lawan, mereka langsung mendapat pemulihan kesehatan penuh, cooldown yang disegarkan, dan rekan setim yang dibangkitkan.

Momentum pertandingan pun terus bergerak maju. Mekanik ini membuka peluang aksi besar yang jarang terjadi, seperti Deca-kill, yakni sepuluh kill cepat dalam satu jendela waktu.

Pengulas yang mencoba game ini menjulukinya "MOBA espresso", dibandingkan gaya "Americano" yang lebih lambat dari para pendahulunya.

Peta Dipangkas, Fokus ke Pertarungan Nonstop

Membangun game kompetitif baru bukan jalan lurus. Project ZETA berubah banyak selama empat tahun masa pengembangannya.

Setelah menerima masukan dari playtest awal, tim melakukan penyesuaian besar. Peta diperkecil menjadi sepertiga ukuran semula, dan jumlah tim dipangkas dari lima menjadi empat.

Pemangkasan itu terbilang agresif. Tujuannya jelas: menghilangkan ruang mati dan memaksa pertarungan berintensitas tinggi tanpa henti.

Dirancang Nyaman dengan Controller

MOBA PC tradisional menuntut keyboard dan mouse yang penuh macro. Project ZETA dibangun sejak awal agar terasa mulus di controller, lengkap dengan cross-play antara PC dan PlayStation.

Ke depannya, NIRVANANA ingin menjaga meta tetap hidup dengan rutin merilis hero baru, seperti Nova Crush dan assassin Azrakall. Perubahan terrain dan pola boss yang bergeser juga akan mengubah karakter mana yang unggul dari musim ke musim.

Belum jelas apakah Project ZETA akan menjadi pilar esports besar atau sekadar arena cepat andalan para streamer. Yang pasti, game ini tidak bermain aman.

Para pengembang menargetkan peluncuran early access pada akhir 2026. Pemain yang tertarik bisa menambahkan game ini ke wishlist di Steam.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index