Garibaldi Tiba di Priok, Kolonel Fuad Calon Komandan KRI Sriwijaya

Garibaldi Tiba di Priok, Kolonel Fuad Calon Komandan KRI Sriwijaya

HORIZONNEWS.ID — Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 bersandar di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, usai pelayaran sekitar 25 hari dari Taranto, Italia. Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan dipercaya menjadi calon komandan kapal yang akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya itu.

Fuad menyebut pengawakan ini sebagai tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia. Ia berbicara usai kapal bersandar di Jakarta Utara.

Tiga Bulan Persiapan Sebelum Berlayar

Sebelum pelayaran, Fuad dan personel Indonesia menjalani familiarisasi di Kolat Koarmada II selama kurang lebih satu bulan. Pelatihan berlanjut di pangkalan Angkatan Laut Italia di Taranto selama sekitar satu bulan.

Setelah rangkaian itu rampung, mereka berlayar dari Italia menuju Indonesia selama sekitar 25 hari. Total proses yang dijalani sejak pelatihan awal mencapai kurang lebih tiga bulan.

Selama pelayaran, kru Indonesia tidak hanya belajar mengoperasikan kapal. Pola joint crew membuat personel kedua negara bertugas harian sesuai bidang, departemen, dan divisi masing-masing.

Kendala Bahasa hingga Pengawalan di Laut Merah

Komunikasi dua kru sempat menjadi tantangan pada awal pelayaran. Fuad mengaku bahasa jadi kendala, namun teknologi seperti Google Translate membantu percakapan sehari-hari.

Kemampuan adaptasi prajurit Indonesia membuat hubungan kedua kru mencair. "Jadi kita ini berlayar bersama itu sudah seperti keluarga," ujar Fuad.

Rute pelayaran melewati Laut Merah, Selat Bab el-Mandeb, hingga Teluk Aden. Di kawasan itu, Giuseppe Garibaldi dikawal fregat Italia ITS Carlo Bergamini yang terlibat operasi EUNAVFOR ASPIDES.

Fuad juga menyebut kapal sempat melakukan sailing pass tiga kali dengan kapal perang Italia, termasuk ITS Carabinieri dan ITS Tonnerre di Laut Mediterania.

Tanpa Kendala Mesin, Siap Misi Kemanusiaan

Fuad memastikan tidak ada kendala mesin selama pelayaran 25 hari. Ia menyebut Giuseppe Garibaldi sebagai kapal klasik, unik, tanpa kembaran, dan tampilannya cantik.

Meski begitu, personel Indonesia masih harus beradaptasi dengan peralatan baru di kapal. Menurut Fuad, kru yang dibawanya mampu mempelajari peralatan tersebut dengan baik.

Setelah resmi menjadi KRI Sriwijaya, Fuad menyatakan kru akan terus berlatih agar siap beroperasi. Misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana disebut menjadi salah satu prioritas yang dipersiapkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Mission first, safety first, selama itu diberikan misi atau tugas apa pun kepada kita, ya, tujuan kita adalah mensukseskan misi dan faktor keselamatan jadi nomor satu," kata Fuad.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index