HORIZONNEWS.ID — Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akan difokuskan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang, terutama penanganan bencana alam. Kapal hibah Pemerintah Italia itu mampu mengangkut sekitar 14 helikopter untuk mempercepat distribusi logistik ke wilayah terpencil.
Menurut Ali, Indonesia membutuhkan platform yang mampu membawa banyak helikopter karena kondisi geografis negara yang rawan bencana. Helikopter dinilai menjadi solusi distribusi logistik ke daerah terpencil yang sulit dijangkau jalur darat.
Kapasitas Helikopter dan Kesiapan Berlayar
Giuseppe Garibaldi dapat mengangkut sekitar 14 helikopter. Jumlah itu masih bisa bertambah bergantung pada ukuran helikopter yang dibawa.
"Jadi ini bisa 14 helikopter, mungkin lebih kalau tergantung ukuran dari helikopternya. Kalau helikopternya lebih kecil, mungkin bisa lebih banyak ya," ujar Ali.
Ali memastikan kapal tersebut sudah dapat berlayar saat ini meski belum menjalani proses retrofit. TNI AL tetap akan melakukan penyesuaian agar kapal sesuai kebutuhan Indonesia, termasuk kondisi perairan tropis.
"Sebenarnya kapal ini sudah siap berlayar saat ini ya, tanpa di-retrofit pun. Cuma kan kita harus sesuaikan dengan kebutuhan kita ya," ungkapnya.
Dampak bagi Distribusi Logistik Bencana
Kehadiran kapal induk ini membuka opsi baru dalam rantai distribusi bantuan saat bencana. Selama ini pengiriman logistik ke wilayah terdampak sering terkendala akses jalan rusak atau terputus.
Dengan kemampuan mengangkut belasan helikopter sekaligus, Giuseppe Garibaldi bisa berfungsi sebagai basis udara bergerak. Bantuan dapat dijatuhkan langsung ke titik-titik pengungsian tanpa harus melewati jalur darat yang terdampak.
Meski difokuskan untuk OMSP, Ali menegaskan kapal tetap dapat digunakan untuk kepentingan militer dalam operasi perang bila dibutuhkan.
"Pokoknya apabila dibutuhkan, kita akan bisa gunakan untuk kepentingan tadi ya, OMSP itu kan termasuk OMSP," kata Ali.
Retrofit Melibatkan PT PAL dan Fincantieri
Proses retrofit akan dikerjakan bersama PT PAL dan perusahaan asal Italia, Fincantieri. Ali menyebut kemungkinan ada keterlibatan Leonardo serta perusahaan Italia lain untuk peralatan.
"Retrofit kita akan kerja sama antara PT PAL dengan Fincantieri ya, dengan beberapa mungkin ada dari Leonardo juga, ada dari perusahaan lain yang Italia untuk equipment-nya," ujarnya.
Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan Angkatan Laut Indonesia. Ali menyebut kebutuhan AL Italia berbeda dengan kebutuhan Indonesia, sehingga penambahan atau pengurangan peralatan akan disesuaikan.
Sebelum bersandar di Tanjung Priok, Giuseppe Garibaldi-551 berlayar bersama KRI Prabu Siliwangi-321 di Perairan Bangka, Bangka Belitung, Kamis (17/9/2026).