HORIZONNEWS.ID — Tim psikologi Polda Banten mendampingi keluarga penumpang dan kru KM Arupadatu I yang hilang di perairan Selat Sunda sejak hari kedua operasi SAR. Pendampingan menyasar keluarga, personel tim SAR, hingga jurnalis yang meliput di Posko Utama Carita, Pandeglang. Operasi pencarian hari kesembilan belum membuahkan hasil.
Kepolisian Daerah Banten mengintensifkan pendampingan kesehatan psikososial bagi keluarga jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I. Layanan itu berjalan sejak hari kedua operasi SAR dan berlanjut hingga hari kesembilan, Rabu.
Ketua Tim Trauma Healing Psikologi Polda Banten IPTU Nurhafid mengatakan pendampingan diberikan di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang. Tim mendatangi keluarga penumpang atau menerima mereka yang datang ke posko.
Kondisi Psikologis Keluarga Masih Terkendali
Hasil asesmen sementara menunjukkan kondisi psikologis keluarga berada pada tingkat stres sedang. Menurut Nurhafid, keluarga belum memerlukan intervensi obat-obatan maupun penanganan psikiatri.
"Kami mendampingi dan mendengarkan mereka, baik ayah, ibu, keluarga atau saudara dari penumpang kapal. Ya sejak hari kedua operasi sampai sekarang tim kami datangi mereka semua atau mereka datang ke posko kami," kata Nurhafid.
Personel bagian Psikologi Biro SDM Polda Banten menjalankan pendampingan secara berkelanjutan. Pemantauan tetap dilakukan meski operasi SAR gabungan nanti dinyatakan selesai.
"Selama ini kami menggunakan pendampingan terus-menerus, juga melibatkan jajaran Polres hingga fasilitas kesehatan di tingkat kecamatan setelah operasi selesai, begitu," ujarnya.
Tim SAR dan Jurnalis Ikut Alami Kelelahan
Pendampingan tidak hanya menyasar keluarga korban. Tim psikologi turut memberi penguatan mental bagi personel tim SAR gabungan dan jurnalis yang bertugas meliput pencarian di lapangan.
Nurhafid menyebut kebosanan dan kelelahan fisik dialami semua pihak, baik perempuan maupun pria. Ekspektasi besar terhadap keberhasilan operasi SAR menjadi salah satu pemicunya.
"Kecapean, bosan, kangen keluarga itu ditemukan dalam operasi, makanya mereka juga perlu penguatan atau pendampinganlah. Ya, dalam kondisi ini kami banyak mendengarkan apa yang mereka rasakan, jadi teman ngobrol saja, sehingga mereka lega dan siap kembali bertugas," ungkapnya.
Area Pencarian Capai 3.439 NM Persegi
Operasi SAR hari kesembilan terhadap rombongan jurnalis dan kru KM Arupadatu I dinyatakan nihil. Delapan penumpang belum ditemukan di perairan Selat Sunda.
Luas area pencarian hari kesembilan mencakup 3.439 nautical mile persegi. Kawasan itu meliputi pesisir sekitar Gunung Anak Krakatau di wilayah Banten-Lampung hingga Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyatakan strategi pencarian akan terus diperbarui. Evaluasi dilakukan untuk memaksimalkan sisa masa perpanjangan operasi SAR.
"Kami akan evaluasi besok bagaimana. Terima kasih bapak-Ibu sekalian, rekan-rekan jurnalis masih setia menunggu. Masih tetap dengan harapan yang sama, kita semua, semoga ada tanda-tanda korban segera ditemukan," kata Al Amrad.
Jadwal perpanjangan operasi sebelumnya berakhir Kamis (17/9). Hingga hari kesembilan, belum ada tanda-tanda keberadaan delapan penumpang KM Arupadhatu 1.